Sunday, January 15, 2012

Menstimulasi anak

Berikan stimulasi yang mengutamakan rasa nyaman aman, dan menyenangkan. Seperti memeluk, menggendong, menatap mata bayi, mengajak tersenyum, dan berbicara. Bunyi-bunyian dari mainan yang digantung dengan warna-warna yang menarik juga merupakan stimulasi yang menyenangkan bagi bayi. Di akhir usia 3 bulan, latihlah si kecil dengan cara menggulingkannya ke kanan dan kiri, tengkurap-telentang. Jika tangannya sudah cukup kuat, rangsang si kecil untuk meraih dan memegang mainan.

Usia 3-6 bulan
Stimulasi ditambah dengan bermain “cilukba”. Bayi dirangsang untuk tengkurap, telentang, bolak- balik, serta duduk.

Usia 6-9 bulan
Stimulasi mulai ditingkatkan. Latih tangan anak bersalaman, duduk dan berdiri sambil berpegangan. Mulai biasakan anak dengan membacakan dongeng sebelum tidur.

Usia 9-12 bulan
Ajari anak memanggil mama-papa atau ibu-ayah, kakak atau adik. Ajak dia bermain memasukkan mainan ke wadah. Mulai ajari si kecil minum dari gelas, menggelindingkan bola, dilatih berdiri, dan berjalan dengan berpegangan.

Usia 12-18 bulan
Ajari anak memegang pensil dan biarkan dia mencoret-coret kertas dengan pensil warna. Bermain bersama menyusun kubus, potongan gambar sederhana, memasukkan dan mengeluarkan benda kecil dari wadahnya, bermain boneka, serta menggunakan peralatan makan. Anak juga dilatih berjalan tanpa berpegangan, berjalan mundur, memanjat tangga, menendang bola, melepas celana, mengerti dan melakukan perintah sederhana, menyebutkan nama, dan menunjukkan benda-benda.

Usia 18-24 bulan
Rangsang anak dengan menanyakan, menyebutkan, dan menunjukkan bagian tubuh (mata, hidung, telinga, mulut), menanyakan gambar, serta menyebutkan nama binatang dan benda-benda di sekitar rumah. Anak diajak bicara tentang kegiatan sehari-hari (makan, minum, mandi, main, dan sebagainya), latihan menggambar garis, mencuci tangan, memakai celana, baju, melempar bola, dan melompat.

Usia 2-3 tahun
Ajari anak untuk mengenal warna, menggunakan kata sifat (besar-kecil, panas-dingin, tinggi-rendah, banyak-sedikit), menyebutkan nama teman, menghitung benda, memakai baju, menyikat gigi, bermain kartu, boneka, masak-masakan. Mulai menggambar garis, lingkaran dan manusia, latihan berdiri satu kaki, juga dilatih buang air kecil dan besar di toilet.

Usia 3-5 tahun
Stimulasi lebih mengarah pada pengembangan kemampuan untuk kesiapan sekolah. Misalnya memegang pensil dengan baik, menulis, mengenal huruf dan angka, berhitung sederhana, mengerti perintah sederhana, buang air kecil dan besar di toilet, berbagi dengan teman, serta kemandirian. Stimulasi bisa dilakukan di rumah atau di kelompok bermain dan taman kanak-kanak.

Usia 7-8 tahun
Di Indonesia periode 6-8 tahun merupakan massa peralihan dari masa prasekolah ke masa sekolah dasar. Masa ini dikenal dengan masa peralihan dari kanak-kanak awal ke masa kanak-kanak akhir.
Pada masa ini anak diharapkan dapat mengembangkan berbagai keterampilan dasar, baik yang bersifat akademik yaitu yang berhubungan dengan kemampuan awal membaca, menulis dan berhitung, dan atau yang bersifat non akademis misalnya moralitas, kedisiplinan dan konsep diri yang merupakan pedoman berperilaku dan menjadi lebih mandiri.

Sumber : http://kidzsmile.info/2011/02/stimulasi-efektif-sesuai-tahapan-usia/

No comments: