Tuesday, March 18, 2008

Daun Salam untuk Diabet, Maag dan Hipertensi

PADA umumnya ibu-ibu rumah tangga memanfaatkan daun salam hanya sekadar sebagai bumbu masak. Termasuk juga untuk menyedapkan rasa nasi. Namun sebenarnya tidak hanya untuk bumbu masak saja, daun salam juga bermanfaat sebagai obat.

Setidaknya ada lima jenis penyakit dapat diobati dengan daun salam, yaitu penyakit kencing manis (diabetes), maag, tekanan darah tinggi (hipertensi), kolesterol dan mencret-mencret (diare).

Bahkan bukan hanya daunnya, tumbuhan yang nama latinnya Syzygium polyanthum (Wight) Walp ini boleh dikatakan multi guna. Sebab akar, buah dan kulit kayunya juga dapat digunakan untuk menyembuhkan penyakit.

Tumbuhan ini mengandung minyak asiri khususnya sitral dan eugenol, juga mengandung tannin dan flavonoid.

Untuk mengobati diabetes mellitus ambillah sekitar 15 lembar daun salam yang masih segar, dicuci, lalu direbus dengan tiga gelas air. Biarkan mendidih terus sampai airnya tinggal satu gelas, kemudian diangkat dan didinginkan. Disaring dan airnya diminum. Sebaiknya dilakukan dua kali sehari sebelum makan.

Teknik yang sama juga digunakan untuk mengobati hipertensi dan menurunkan kolesterol. Sedang untuk mengobati maag, daun salam dalam jumlah yang sama direbus dengan setengah liter air, dibiarkan mendidih sampai seperempat jam, ditambah gula aren secukupnya, setelah dingin diminum bagaikan air teh biasa. Bila dilakukan setiap hari, perih-perih pada lambung hilang.

Untuk mengobati diare, daun salam dalam jumlah yang sama direbus dengan dua gelas air dibiarkan mendidih selama lima belas menit. Ditambah sedikit garam. Setelah dingin disaring dan diminum sekaligus. Diare akan mampet.

Untuk mengobati kudis, ambillah daun, kulit batang dan akar salam. Lalu di giling halus. Balurkan ke bagian badan yang sakit, agar tak berceceran balutlah. Sedang untuk mengobati penyakit mabuk akibat aminuman keras, ambillah satu genggam buah salam yang sudah masak (merah), tumbuk halus (kalau perlu diberi sedikit air matang), peras dan saring, air yang terkumpul diminum sekaligus.

Salam berasal dari bahasa Arab artinya selamat, damai atau baik. Mudah-mudahan dengan mengggunakan bumbu atau menggunakan obat dari daun salam, semua menjadi nikmat, sehat, selamat, aman dan damai.

Jenis tanaman ini tumbuh secara liar di hutan, atau di kebun dan pekarangan di atas dataran rendah sampai pegunungan setinggi 1.500 m dari permukaan laut. Daunnya rimbun berwarna hijau. Bagi tanaman yang subur, panjang daun mencapai 13 cm dan lebar 7 cm. Bunganya majemuk berwarna putih dan berbau harum, begitu pula daunnya bila diremas. Buahnya buni, ketika muda berwarna hijau tetapi ketika masak menjadi merah kehitaman, rasanya sedikit sepet. Adapun cara menanamnya dapat dengan biji, cangkok atau stek.

Pohon salam kini ramai dicari orang karena ternyata mempunyai nilai ekonomi. Seorang ibu Ny.Basuki yang tinggal di desa Kentangan, Kabupaten Karanganyar mengaku dirinya merasa dipensiun oleh lima pohon salam yang tumbuh di kebunnya.

''Setiap Kliwon, ada saja bakul yang datang beli daun salam. Saya suruh ambil sendiri, lalu meninggalkan uang, lima ribu sampai enam ribu rupiah. Nanti Kliwon datang lagi'', katanya. Silakan memanfaatkan tanaman salam. Kalau tidak punya kebun dan tidak punya halaman pohon salam bisa pula ditanam di pot yang agak besar.

Diuji Klinis

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) kini mengembangkan 7 produk unggulan tanaman obat tradisional. Beker jasama dengan Pusat Riset Obat dan Makanan, BPOM melakukan pengujian secara tuntas terhadap daun salam, buah mengkudu, sambiloto, daun cabe jawa, rimpang temulawak, rimpang kunyit dan daun jati belanda.

Kepala BPOM H Sampurno mengatakan pemilihan ketujuh jenis produk itu didasarkan pada pola penyakitnya yang banyak diderita oleh masyarakat.

Selain itu terkait dengan mudahnya melakukan uji klinis terhadap ketujuh jenis tanaman itu. Sebagai contoh dengan diberi ekstrak daun salam kadar gula darah seseorang mudah diketahui setelah dua jam. (HA Manan-35)



sumber: harian umum suara merdeka, Sabtu, 31 Agustus 2002


1 comment:

Anonymous said...

Terima Kasih Atas pengetahuan Nya..!!
Thank's Sob..!!!