Thursday, January 18, 2007

ingin kesabaran..


‘inna lillahi wa inna ilaihi roji’un Allohumma ajirni fii mushibati wakhluf lii khoiron minha’,

subhanallah...cobaan itu datang silih berganti...selalu datang dan pergi.
Rabbi...masukkan kami kedalam golongan orang2 yang bersabar terhadap ujian Mu
Tiada satu bencana pun yang menimpa diri kami melainkan dengan ketentuanMu
dan tiada suatu mudharat pun yang menimpa kami melainkan dengan ketentuanMu juga

“Ujian akan terus datang kepada seorang mukmin atau mukminah mengenai jasadnya, hartanya, dan anaknya sehingga ia menghadap Alloh tanpa membawa dosa.” (HR: Ahmad dan Tirmidzi)

Izinkan kami menghapuskan dosa2 kami melalui setiap ujianMu
Izinkan kami menerima berita gembira Mu itu ...berita gembira bagi orang2 yang bersabar akan ketentuanMu...
Ikhlaskan hati ini,bimbing agar hanya bersandar kepadaMu ya robbi..
teguhkan hati ini,kuatkan tawakkal ini.."tidaklah seorang muslim bertawakkal kepada Rabbnya melainkan di cukupkan segala urusan agama dan dunianya.."

Laa yukallifullahu nafsan illaa wus'aha..

wahai yang Maha Tahu,Engkau memberikan nya karna Kau tahu kami sanggup menjalaninya..
sungguh ujian ini tidak seberapa bila di bandingkan dengan orang2 sebelum kami...yang mengorbankan nyawanya ,yang meninggalkan dunianya menuju kehidupan yang kekal selamanya...yang menanggalkan kenikmatan sementara menuju kenikmatan jannahMu.yang meninggalkan dunia fana.
"perumpamaan dunia dan akhirat adalah seperti seseorang yang mencelupkan jarinya kedalam air laut kemudian di angkat. Lihatlah,dunia hanyalah pada air yang menempel di jari itu." ,begitulah lebih kurang Rasulullah bersabda.
Lalu bagaimana bisa di bandingkan dunia dan akhirat? sementara dunia hanyalah satu nafas dari luasnya napas akhirat?

bersabarlah...

Ibnul Jauzi berkata, “Orang yang ditimpa ujian dan hendak membebaskan diri darinya, hendaklah menganggap bahwa ujian itu lebih mudah dari apa yang mudah. Selanjutnya, hendaklah membayangkan pahala yang akan diterima dan menduga akan turunnya ujian yang lebih besar… Perlu diketahui, bahwa lamanya waktu ujian itu seperti tamu yang berkunjung. Untuk itu, penuhilah secepatnya apa yang ia butuhkan, agar ujian cepat berlalu dan akan datang kenikmatan, pujian serta kabar gembira kelak di hari pertemuan, melalui pujian sang tamu. Sikap yang seharusnya diambil oleh seorang mukmin di dalam menghadapi kesusahan adalah meniti setiap detik, mencermati apa yang telah terjadi di dalam jiwanya dan menguntit segala gerakan organ tubuh yang didasari oleh kekhawatiran kalau-kalau lisan salah mengucap atau dari hati keluar ketidakpuasan. Dengan sikap demikian, seolah-olah fajar imbalan telah menyingsing, malam ujian telah berlalu, sang pengembara pun melepaskan kegembiraan hatinya karena pekatnya malam telah sirna. Terbitlah mentari balasan dan sampailah si pengembara ke rumah keselamatan”.

“Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi.” (QS: Al A’rof: 23)

No comments: