Sunday, October 22, 2006

Yuhibbuhum wa yuhibbuunahu

Cinta bagi pecinta adalah kewajiban.Dengan cinta lah langit dan bumi ini berdiri.
Barang siapa yang belum memasuki surga cinta kepada Allah,ia tak kan pernah bisa memperoleh kedekatan kepada Rabb.Dengan cinta lah,Rabb di sembah.Dengan cinta lah dosa di jauhi.Karena cinta lah bencana menjadi ringan.Karena cinta lah kesulitan bisa di pikul.
Akal tanpa cinta,tidak mampu berpikir.Mata tanpa cinta,tak mampu melihat.Langit tanpa cinta takkan memberi hujan.Taman tanpa cinta takkan berbunga.Rumah tanpa cinta runtuh.Pasukan tak memiliki cinta akan kalah.Tapi cinta paling mulia dan agung,adalah kecintaan yang di datangkan oleh islam.Kata-kata paling indah tentang cinta adalah firman Allah dalam surat Al Maidah ayat 54,"yuhibbuhum wa yuhibbuunahu". "Dia(Allah) mencintai mereka dan mereka mencintai-Nya... "
Maka,jangan mencari cinta selain cinta kepada-Nya

Amru-ul Qois mencintai perempuan.Abu Jahal mencintai Uzza dan Manat.Qarun mencintai emas.Abu lahab cinta kepemimpinan.Tapi mereka semuanya bangkrut.Itu karena mereka keliru,sangat keliru menempatkan cinta.
Tapi kecintaan Bilal bin Rabah,adalah kebaktian dan kebaikan.Di telentangkan di atas padang pasir yang panas.Lalu ia menyeru Rabb langit dan bumi.Seruan yang muncul dari seruan pecinta,"ahad..ahad..karena keimanan dalam hatinya yang kokoh seperti gunung uhud.Mahar untuk surga yang di persembahkan oleh Bilal adalah ama-amal sunnah.Dua raka'at sunah dan tetesan air mata.Itu lah kecintaan yang tulus.Bilal,putih hatinya,meski hitam kulitnya.
Beritakan kepadaku,berita kecintaan para nabi.Mereka,karena cinta kepada Rabb,meninggalkan orang tua dan anak-anak.Ibrahim berpisah dari orang tuanya.Nuh berpisah dari keluarganya.Isteri fir'aun terhapus ikatan pernikahannya.
Rasulullah merasakan kepahitan ,hidup di antara bencana.Lalu ia menyeru Tuhannya dalam munajat yang penuh ketundukan.Rasulullah berkata,"Ya Rabb,bagi Mu seluruh kelelahanku sampai Engkau ridha.".
Orang-orang menyibukkan kita dengan cinta ala Timur,sinetron ala barat.Generasi kita kini berada dalam ancaman bahaya dan kecelakaan.Mereka begadang bersama alunan percintaan seribu satu malam.Mengkhayal karena kisah-kisah cinta,mengurai kandungan cinta yang menyerap intisari dan menggelisahkan hati.
Wahai kaum,keluarkan kami dari kegelapan rindu dalam kecintaan yang rendah nilai.Karena semua yang ada di atas tanah adalah tanah.Masukkanlah kami di alam kecintaan yang tinggi dan bernilai,kecintaan yang menjadi obat penyembuh.Biarkan saja mereka bercinta ala mereka,karena mereka orang-orang yang sedang sakit.Kemarilah mencintai Allah Al Waahid.
Hamzah,komandan para Syuhada,tubuhnya tercabik-cabik karena cinta.Sementara kalian terbuai dengan kisah cinta romantis liar yang penuh kebohongan.Cinta Thalhah dan Zubair.Adalah episode cinta yang lebih agung dari percintaan ala shakespare.Karena kecintaan mereka terhampar di medan Badar untuk keridhaan Allah yang Maha Mulia.Sedang kan cinta shakespare hanya tertulis di jalan-jalan london di kalangan kaum muda-mudi Inggris.Jika kalian,wahai penyair cinta Barat menulis cinta dengan kenikmatan.Para sahabat menorehkan kisah cinta mereka dengan darah kesabaran.
Ajarkan kami tentang cinta dari surat Ar-Rahman.Jangan nodai pikiran kami dengan cinta romantis yang membikin linglung.Kami tidak menyukai cinta dengan bahasa mata liar.Kami menyukai cinta dengan bahasa hati.Kecintaan yang tulus terhimpun dalam kalimat " Al muslimuun wal muslimaat".Sedangkan percintaan seronok yang murah hanya ada dalam pemain sandiwara,drama dan nafsu.Hamparkanlah nash-nash tentang cinta dalam lembar wahyu yang suci.Agar kami bisa melihat di sana,kehidupan jiwa.Cinta keduniaan,menjadikan manusia tidak punya nilai.Sedangkan cinta kelangitan menyeru manusia pada kehidupan yang lurus.Sampai ia memperoleh karunia dan kenikmatan Allah.
Kami membutuhkan suara sebagaimana suara Khuaib bin Adi,saat ia melantunkan syair pengorbanannya yang terakhir.Diatas sebilah kayu kematian.Dalam sikap yang tetap menolak tunduk,sabar dan tegar.

Aku tak peduli selama aku terbunuh sebagai muslim
Di manapun tempat kematianku asal karena Allah

Semoga Allah memberkahimu dan keturunanmu wahai Khuaib.Engkau dalam hati kami adalah kecintaan kami.Ya Allah,jadikan kami orang yang mencintai-Mu dan mencintai orang yang mencintai-Mu.Agar menjadikan nikmat kedekatan kami pada-Mu.Ya Allah,tanamkanlah pohon kecintaan kepada-Mu di hati-hati kami.Agar kami memandang cahaya yang ada dalam perjalanan kami,agar kami selamat dari dosa-dosa kami,agar kami bersih dari kekeliruan kami.

di salin ulang dari majalah tarbawi

No comments: