Friday, October 13, 2006

MalAm 21...

Malam ini...tanpa ku sadari..hitungan itu sampai ke angka 21...Malam ke 21 di bulan yang penuh rahmat ini..
Ya Rabb..begitu cepat waktu ini berlalu..
astaghfirullah...apa2 saja baru yg tlah kulakukan hingga malam ke 21 ini..
malam-malam yang lalu tak kan kembali..dan malam-malam ramadhan berikutnya entah kan kutemui pun tak pasti...
wahai diri ..adakah telah melaksanakan kesempurnaan puasa?
Adakah telah melaksanakan amalan2 sunnah dan menjauhi amalan2 bid'ah ?Adakah tidak hanya sekedar menahan diri dari lapar dan dahaga? Tidakkah ada yang terlalaikan?
Subhanallah..Allah membukakan pintu rahmatNya seluas-luasnya..membukakan pintu ampunanNya...untuk siapa saja yang menghendakinya.wahai diriku...Tidakkah engkau melalaikannya?
Di 10 malam terakhir ini..yuk sama-sama..
semoga kita mendapatkan malam kemuliaan itu...malam yang sebagaimana disebutkan dalam surah al-Qodr,malam yang lebih baik dari seribu bulan..
------------------------------------------------------------------------
sekedar mengulang sejenak,di bawah ini ada kutipan artikel dari muslimah.or.id
apa2 saja amalan2 sunnah dan apa2 saja amalan yang seharusnya kita tinggalkan.

Beberapa adab-adab yang disunnahkan dalam puasa dan keutamaannya, diantaranya adalah:
1. Makan sahur: Yaitu makan yang dilaksanakan pada waktu sahur (menjelang Shubuh). Rosululloh shollAllahu `alaihi wa sallam memerintahkan hal tersebut, ”Bersahurlah, karena sesungguhnya ada berkah padanya.” (Muttafaqun `alaih)
2. Segera berbuka puasa: Disunnahkan agar berbuka puasa dengan menggunakan kurma ataupun air. Di saat berbuka, Rosululloh shollAllahu `alaihi wa sallam berdo`a: Allahumma laka shumtu wa `alaa rizqika afthortu (”Ya Allah untuk-Mu aku berpuasa dan atas rezeki-Mu aku berbuka”).
3. Banyak membaca Al-Qur`an, berdzikir, berdo`a, sholat, dan sedekah: Rosululloh shollAllahu `alaihi wa sallam bersabda: ”Ada tiga golongan yang do`a mereka tidak akan tertolak; orang yang berpuasa sehingga ia berbuka, imam yang adil, dan do`a orang yang dizholimi.” (HR. Ahmad dan Tirmidzi)
4. Mengingat agungnya nikmat puasa.“Sesungguhnya engkau tidak meninggalkan sesuatu (berpuasa) karena ketakwaan kepada Allah melainkan Allah pasti akan memberimu yang lebih baik darinya.” (HR. Imam Ahmad)

Hal-hal Terlarang Dalam Berpuasa

Saudariku -semoga Allah merahmatimu-, telah kita dapati paparan yang cukup jelas tentang beberapa hal dalam puasa Ramadhan. Tidak lengkap kiranya bila kita tidak mengevaluasi Ramadhan kita selama ini, karena ternyata masih banyak penyimpangan yang kita maupun orang-orang di sekitar kita lakukan pada bulan Ramadhan. Padahal itu sama sekali menyalahi syari`at Islam dan bertentangan dengan apa yang diajarkan Rosululloh shollAllahu `alaihi wa sallam. Hal-hal tersebut disebut bid`ah. Beberapa contohnya adalah:
1. Mengucapkan niat.
2. Bid`ah dalam tarawih:
- Dzikir dan do`a ketika hendak memulai sholat: Umumnya terdapat seorang bilal dalam sholat tarawih, yang bertugas memandu dzikir yang dianggap khusus di bulan suci. Setelah itu seluruh jama`ah akan menirukan ataupun memberi aba-aba setiap kali sholat tarawih. Padahal perbuatan seperti ini tidak pernah dicontohkan oleh Rosululloh shollAllahu `alaihi wa sallam.
- Berdzikir di setiap selesainya sholat tarawih dan witir, baik dibaca sendiri secara pelan atau secara berjama`ah dan keras: Dzikir semacam ini adalah hal baru yang diada-adakan dalam tarawih. Tidak ada contoh dan perintahnya dalam agama ini. Salah satu dzikir yang biasa dibaca oleh orang yang melakukan hal ini adalah ”Allahumma innaka tuhibbul `afwa fa`fu `anni”. Do`a ini ada contohnya dari Rosululloh shollAllahu `alaihi wa sallam, namun ini merupakan do`a yang diajarkan beliau shollAllahu `alaihi wa sallam ketika malam-malam terakhir Ramadhan. Diharapkan ketika membacanya bertepatan dengan Lailatul Qadr. Namun tidak diucapkan dengan dikomandoi setiap sholat tarawih.
3. Imsak: Kira-kira sepuluh menit sebelum shubuh biasanya masjid-masjid serempak membunyikan tanda imsak pertanda dimulainya waktu puasa. Padahal dalam Al-Qur`an telah disebutkan dengan jelas batasan dimulainya puasa. Allah berfirman, ”Makan dan minumlah sebelum jelas benar bagimu, benang putih dan benang hitam, yaitu fajar.” (Al-Baqoroh: 187)

Wahai orang yang tidak merasa cukup berbuat maksiat di bulan RojabSehingga masih bemaksiat pula di bulan Sya`banSungguh bulan puasa ini telah menaungi keduanyaKarena itu jangan kau jadikan bulan ini sebagai bulan kemaksiatanBacalah Al-Qur`an dan bertasbilah di bulan ini dengan kesungguhanKarena ini adalah bulan tasbih dan bulan Al-Qur-anBetapa engkau telah mengerti diantara orang yang berpuasa tahun laluDiantara keluarga, tetangga dan saudara-saudaraKini telah dijemput oleh maut yang kini juga menunggu gliranmuKarena itu, bergegaslah dengan amal sholihKarena betapa dekatnya maut menjemput kita

No comments: