Thursday, June 29, 2006

Seakan ku lihat Aisyah

Kemaren ada baca buku,topiknya menarik.Pas deh bagi yang akan menikah dan yg sudah menikah,,maupun yg sudah ancang-ancang menikah tapi masih ragu.Sepertinya berlaku bagi dua-dua nya,,baik laki2 maupun perempuan. Kalo bagi perempuan jadinya,"seakan ku lihat Rasulullah" kali ya..
Di kutip kan sebagian isi nya ya.. :)
Ketika engkau bertanya kepadaku ttg pendamping hidup yg sempurna,seakan-akan kulihat Aisyah.Dialah istri Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam.Dia pula istri nabi yang kecerdasannya membuat para sahabat berdatangan kepadanya untuk belajar.Bila orng membicarakannya,kita selalu teringat akan peristiwa bagaimana ia berkejar-kejaran mesra bersama suaminya.Bila orang mendengar julukannya,Humaira(yang pipinya merah jambu),terbayang rumah tangga romantis yg menggemaskan.
Sayangnya,suasana romantis itu kadang tidak di imbangi dengan membayangkan kecemburuannya yg begitu besar.Sederhananya,kita siap dengan romantisnya,tapi tidak siap dengan rasa cemburu dan kecurigaannya.
terkadang,yg menyebabkan kita merasa kecewa bukanlah krna pasangan kita yg terlalu menjengkelkan,melainkan harapan yg tidak berimbang.Kita sangat berhasrat mempunyai istri yg cerdas dan hebat seperti beliau ,tapi kita tidak siap membimbingnya dari keadaan tidak tahu apa-apa.Sesungguhnya di balik kebesaran Aisyah,ada suami yang dengan sabar mendidiknya.Dibalik kemesraan-kemesraannya,ada kelembutan suami untuk senantiasa memahami.Tanpa itu,impian tinggal impian.
Perlunya menyeimbangkan harapan ini juga perlu dimiliki oleh para istri.Tidak ada salah nya kita memohon suami yg sempurna,tapi pada saat yg sama,kita harus melapangkan dada tuk menerima kekurangannya.Kita boleh memancangkan harapan,tapi kita juga perlu bertanya apakah kita sudah siap mendampingi suami idaman.

Hmm...ngebaca ini,jadi mikir sendiri....iya ya...Apa yang sudah ku persiapkan..? benarkah diri ini sudah siap? :) Tapi,,tanpa kusadari..Alhamdulillah..ternyata keyakinan itu memang ada.Walaupun ku tak tau apakah ini cukup atau tidak.InsyaAllah...hanya yakin akan pertolongan Allah.

Hmm..ya,manusia memang tidak ada yang sempurna.justru karna itu....yang sepatutnya kita lakukan hanyalah berusaha apa yg kita bisa.Ya,,banyak sekali kekurangan diri ini.Yang mungkin nantinya akan buat suami ku jengkel dan kecewa. Istri sholihah...harapan smua orang kan ya..dan aku pun adalah salah satunya."Istri yang apabila dipandang suaminya ia menyenangkan tidak bermuka masam, tidak cemberut, bahkan dia berseri-seri. Apabila di perintah ia taat selama tidak disuruh maksiat, dia taat semampunya. Apabila suaminya pergi keluar kota, ia menjaga dirinya dan menjaga harta suaminya".



Subhanallah..

Dulu juga sempat ngebaca artikel bagus,yg kira2 isi nya kayak begini :

*)Asma binti Abu bakar :wanita yang cerdas dan termbimbing(julukan "wanita yang mempunyai 2 ikat pinggang"),tetapi tdk pandai membuat kue.

*)Zainab binti Jahsy(Ummul mukminin) : wanita yang banyak beribadah,sukses bersedekah dan cantik,tapi terkadang emosional.

*)Aisyah binti Abu bakar : Sangat pencemburu meskipun memilki keutamaan dan ilmu.

"Jangan lah seorang mukmin membenci seorang mukminat.Seandainya ia membenci suatu akhlaknya,ia akan menyukai darinya akhlaknya yg lain"(HR muslim)

"Sesungguhnya manusia itu seperti seratus unta yang hampir tak ada satupun di antara mereka yang layak di naiki"(HR Bukhari)

Hmm..mungkin masalah yang lazim bagi ikhwan dan akhwat yg akan menikah,,keragu-raguan seperti.."apakah aku pantas untuknya",,ato "dia terlalu baik untukku"..
Mungkin yg perlu kita lakukan adalah,,,mantap kan diri,,siapkan hati dan mental untuk kesitu.Masalah apakah kita pantas untuk nya atau yg lain2nya,,biar lah Allah yg tentukan.Banyak2 istikharah,,kalau hati kita sudah mantap,,kenapa gak coba,,ya gak.Susah mungkin,,akan banyak masalah2 mungkin,,tapi siapa yang tau kalau blm di coba.Lakukan apa yang kita bisa,,dan biarkan waktu menentukan,pasangan kita yang menilai nanti,,apakah kita pantas untuknya atau tidak,apakah kita bisa membahagiakannya atau tidak.
InsyaAllah,,Allah akan bantu.Bukankah,,salah satu janji Allah kan ya,,bagi orang2 yang menikah untuk menjaga Dien nya. wallahu a`lam